Kamis, 07 November 2013

Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian!


Syaikhuna Al-’Allaamah DR. Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi hafizhahullah berkata pada majelis beliau di Masjid Nabawi, Madinah, kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
Mesir
“Terjadinya banyak pembunuhan termasuk tanda-tanda kiamat, apa yang terjadi saat ini secara khusus di negeri-negeri muslim dan di dunia internasional termasuk tanda-tanda kiamat, yaitu banyaknya pembunuhan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Terkadang pembunuh tidak tahu kenapa ia harus membunuh, ia melihat manusia melakukan sesuatu maka ia pun ikut membidikkan senjatanya sebagaimana kondisi orang-orang dari suku terasing Arab yang selalu berteriak layaknya binatang dan saling membunuh antara satu dengan yang lainnya hanya demi revolusi pemberontakan, sepotong roti, rasa lapar atau karena membela seorang tokoh, padahal bisa jadi tokoh tersebut adalah seorang thagut.

Konflik Mesir : Korban Kedengkian Liberalisme dan Sikap Ekstrim Ikhwani



mesir konflik
Sesungguhnya konflik yang terjadi di “Bumi Kinanah” (Mesir) pada hari-hari yang panas ini, merupakan tragedi memilukan dan musibah yang sangat besar. Dahi berkeringat dan hati kaum mukminin hancur karenanya. Ini merupakan buah dari kebusukan politik dan fanatisme kelompok yang sangat ekstrim. Akibatnya mengenai orang-orang tak bersalah. Mereka itu terseret dalam arus konflik yang memang sengaja terus diletupkan oleh musuh-musuh kita (orang-orang kafir). Yaitu tatkala mereka (orang-orang kafir) menjejalkan dan mendoktrinkan paham bahwa hukum itu adalah milik rakyat (demokrasi). Maka bangkitlah rakyat (terprovokasi) untuk saling memukul dan saling membunuh. Padalah Allah Jalla Jalaluhu berfirman,  Tidak ada hukum kecuali milik Allah.” (Al-An’am: 57)
Salah satu media orang-orang liberalis – yang sangat dengki terhadap Islam dan kaum muslimin – mengklaim bahwa rakyat Mesir fitrahnya adalah penganut liberalisme!! “Sungguh besar kata-kata yang keluar dari mulut mereka, tidaklah mereka mengatakan kecuali kedustaan.” (Al-Kahfi : 5) 
Demikianlah, makar dan tipu daya terus mereka lancarkan siang dan malam melalui berbagai mass media, yang menjadi corong kebatilan-kebatilan mereka dan menjadi mimbar kemungkaran mereka. Memprovokasi (rakyat) agar bertindak anarkhis dan melepaskan diri dari keterikatan dengan hukum-hukum syari’at. Mereka menampakkan permusuhannya terhadap syari’at Islam untuk membuat gentar dan takut rakyat.

NASEHAT TENTANG KONFLIK MESIR


asy-SYAIKH SHALIH al-FAUZAN

(Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama Saudi ‘Arabia)
PertanyaanKonflik yang terjadi di Mesir sekarang ini, apa nasehat anda kepada kaum muslimin secara umum, dan kepada para penuntut ilmu secara khusus di Mesir
Jawab: Konflik yang terjadi ini adalah fitnah. Seorang muslim menjauhi fitnah. Tidak berbicara kecuali pembicaraan yang padanya ada kebaikan untuk semua. Yaitu sesuatu yang bisa memadamkan fitnah, melindungi kaum muslimin dari kejelekan.
Jika dia tidak mampu mendamaikan dua pihak yang saling berseteru, maka hendaknya ia menghindar dari fitnah.
Namun pintu doa tetap terbuka. Hendaknya ia mendoakan untuk kaum muslimin dia semua tempat. Doakan muslimin Mesir dan yang lainnya. Semoga Allah memberikan pertolongan untuk mereka.
sumber : http://dammajhabibah.net/2013/08/17/nasehat-tentang-konflik-mesir/

HAKEKAT KONFLIK YANG TERJADI DI MESIR


asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Muqaddimah
Banyak kalangan yang prihatin dengan kondisi di Mesir. Karena mereka melihat bahwa Presiden Muhammad Mursi, yang berasal dari partai yang berlabelkan Islam dan disebut-sebut sebagai tokoh yang memperjuangkan Islam, ternyata dikudeta oleh pihak militer. Tentu saja pembahasan tentang sebab-sebab dan alasan kudeta tersebut merupakan pembahasan rumit dan sangat terkait dengan situasi politik dalam negeri Mesir.
Namun terlepas dari itu, kita perlu tahu siapa sebenarnya Muhammad Mursi ini? Apakah benar dia seorang tokoh yang memang hendak memperjuangkan Islam? Benarkah berbagai aksi demo pembelaan terhadap Mursi ini berarti pembelaan terhadap Islam? Dan apakah benar dengan dilengserkannya Mursi berarti dilengserkannya Islam?
Seorang muslim dituntut untuk bersikap berdasarkan ilmu, yaitu ilmu yang benar berdasarkan al-Kitab dan as-Sunnah dengan manhaj salaful ummah. Sehingga segala sikap dan peniliannya berdasarkan prinsip tersebut. Bukan semata-mata karena emosi, semangat, perasaan, atau “yang penting Islam.”
Maka perlu kita mendengar bagaimana penjelasan para ‘ulama ahlus sunnah dalam masalah ini. Yaitu ‘ulama yang benar-benar berjalan di atas al-Kitab dan as-Sunnah dengan manhaj salaful ummah.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mari kita ikuti penjelasan salah seorang ‘ulama ahlus sunnah dari Madinah asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah. Beliau dikenal sebagai ‘ulama yang banyak mengetahui seluk-beluk ‘pergerakan-pergerakan Islam’. Kami terjemahkan penjelasan beliau ini dengan terjemahan bebas dan dengan sedikit diringkas. Juga kami lengkapi dengan catatan kaki pada beberapa kalimat yang membutuhkan penjelasan, untuk membantu pembaca memahaminya. Semoga bisa memberikan pencerahan kepada kita semua.

Selasa, 05 November 2013

Islam Tidak Menyuruh Dakwah Kepada Kekuasaan Negeri, Namun Menyuruh Dakwah Kepada Tauhid (Bagian 1)

(Bagian 1)
Ikhlas merupakan pokok agama dan inti seluruh ajaran Islam. Pokok yang dimaksud adalah ajaran tauhid yang menjadi tujuan Allah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Kepada ajaran tauhid ini pula para Nabi ‘alaihimus shalatu wassalaam menyeru umat manusia, bersungguh-sungguh memperjuangkan, memerintahkan dan mengajak manusia berpegang teguh dengannya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ. أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS Az Zumar: 2-3)
Dan firman Allah Ta’ala:
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat Demikian itulah agama yang lurus.” (QS.Al Bayyinah: 5)

Allah berkata kepada Nabi-Nya Shallallahu’alaihi wasallam:
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي. فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ
“Katakanlah: ‘Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memumikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama-ku.’ Maka sembahlah olehmu (Hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia.” (QS. Az Zumar: 14-15)

Senin, 04 November 2013

GUNTUR MENYAMBAR ATAS ABU MUHAMMAD AL MAQDISIY YANG KURANG AJAR


BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
Segala puji bagi Allah Subhanallahu Ta’ala yang telah berfirman di dalam kitab-Nya :
Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaiton-syaiton dari jenis dan jenis jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagain yang lain perkataan –perkataan yang indah- indah untuk menipu manusia ( Q. S. Al an’am : 112 )
Dalam ayat diatas Allah Ta’ala menjelaskan bahwa pembawa kebenaran pastilah dimusuhi syaiton-syaiton dari golo9ngan jin dan manusia. Alangkah bagusnya ucapan Waroqoh bin Naufal kepada Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam
“tidaklah seorangpun yang dating dengan mengemban ajaranmu keculai pasti akan dimusuhu”. (HR. Bukhori)
Diantara deretan-deretan syaiton dari jenis manusia yang menjadi musuh bagi pembawa kebenaran dakwah salafiyyahpada zaman ini, yaitu “Abu Muhammad Al Maqdisiy Ishom Al Burqowiy”. Nampak sekali permusuhannya teradap kebenaran sebagaimana dalam artikel – artikelnya yang bertebaran di internet maupun yang telah dicetak oleh para kroni – kroninya, dan diantara artikelnya yang berusaha memadamkan api kebenaran dan sekaligus permusuhannya yaitu yang berjudul “BAHAYA PARA PENGKLAIM SALAFI YANG BERLOYALITAS KEPADA THOGUT, PENGHATI – HATIAN MANUSIA DARI KESESATAN FIRQOH JAAMIYYAH DAN MADKHOLIYYAH ”. maka makalah ini berisikan pelecehan – pelecehan terhadap Ulama’ ahlus Sunnah dan pemuta balikan fakta atas pemikiran Abu Muhammad Al MAqdisiy sebenarnya.