Kamis, 07 November 2013

Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian!


Syaikhuna Al-’Allaamah DR. Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi hafizhahullah berkata pada majelis beliau di Masjid Nabawi, Madinah, kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
Mesir
“Terjadinya banyak pembunuhan termasuk tanda-tanda kiamat, apa yang terjadi saat ini secara khusus di negeri-negeri muslim dan di dunia internasional termasuk tanda-tanda kiamat, yaitu banyaknya pembunuhan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Terkadang pembunuh tidak tahu kenapa ia harus membunuh, ia melihat manusia melakukan sesuatu maka ia pun ikut membidikkan senjatanya sebagaimana kondisi orang-orang dari suku terasing Arab yang selalu berteriak layaknya binatang dan saling membunuh antara satu dengan yang lainnya hanya demi revolusi pemberontakan, sepotong roti, rasa lapar atau karena membela seorang tokoh, padahal bisa jadi tokoh tersebut adalah seorang thagut.

Konflik Mesir : Korban Kedengkian Liberalisme dan Sikap Ekstrim Ikhwani



mesir konflik
Sesungguhnya konflik yang terjadi di “Bumi Kinanah” (Mesir) pada hari-hari yang panas ini, merupakan tragedi memilukan dan musibah yang sangat besar. Dahi berkeringat dan hati kaum mukminin hancur karenanya. Ini merupakan buah dari kebusukan politik dan fanatisme kelompok yang sangat ekstrim. Akibatnya mengenai orang-orang tak bersalah. Mereka itu terseret dalam arus konflik yang memang sengaja terus diletupkan oleh musuh-musuh kita (orang-orang kafir). Yaitu tatkala mereka (orang-orang kafir) menjejalkan dan mendoktrinkan paham bahwa hukum itu adalah milik rakyat (demokrasi). Maka bangkitlah rakyat (terprovokasi) untuk saling memukul dan saling membunuh. Padalah Allah Jalla Jalaluhu berfirman,  Tidak ada hukum kecuali milik Allah.” (Al-An’am: 57)
Salah satu media orang-orang liberalis – yang sangat dengki terhadap Islam dan kaum muslimin – mengklaim bahwa rakyat Mesir fitrahnya adalah penganut liberalisme!! “Sungguh besar kata-kata yang keluar dari mulut mereka, tidaklah mereka mengatakan kecuali kedustaan.” (Al-Kahfi : 5) 
Demikianlah, makar dan tipu daya terus mereka lancarkan siang dan malam melalui berbagai mass media, yang menjadi corong kebatilan-kebatilan mereka dan menjadi mimbar kemungkaran mereka. Memprovokasi (rakyat) agar bertindak anarkhis dan melepaskan diri dari keterikatan dengan hukum-hukum syari’at. Mereka menampakkan permusuhannya terhadap syari’at Islam untuk membuat gentar dan takut rakyat.

NASEHAT TENTANG KONFLIK MESIR


asy-SYAIKH SHALIH al-FAUZAN

(Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama Saudi ‘Arabia)
PertanyaanKonflik yang terjadi di Mesir sekarang ini, apa nasehat anda kepada kaum muslimin secara umum, dan kepada para penuntut ilmu secara khusus di Mesir
Jawab: Konflik yang terjadi ini adalah fitnah. Seorang muslim menjauhi fitnah. Tidak berbicara kecuali pembicaraan yang padanya ada kebaikan untuk semua. Yaitu sesuatu yang bisa memadamkan fitnah, melindungi kaum muslimin dari kejelekan.
Jika dia tidak mampu mendamaikan dua pihak yang saling berseteru, maka hendaknya ia menghindar dari fitnah.
Namun pintu doa tetap terbuka. Hendaknya ia mendoakan untuk kaum muslimin dia semua tempat. Doakan muslimin Mesir dan yang lainnya. Semoga Allah memberikan pertolongan untuk mereka.
sumber : http://dammajhabibah.net/2013/08/17/nasehat-tentang-konflik-mesir/

HAKEKAT KONFLIK YANG TERJADI DI MESIR


asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Muqaddimah
Banyak kalangan yang prihatin dengan kondisi di Mesir. Karena mereka melihat bahwa Presiden Muhammad Mursi, yang berasal dari partai yang berlabelkan Islam dan disebut-sebut sebagai tokoh yang memperjuangkan Islam, ternyata dikudeta oleh pihak militer. Tentu saja pembahasan tentang sebab-sebab dan alasan kudeta tersebut merupakan pembahasan rumit dan sangat terkait dengan situasi politik dalam negeri Mesir.
Namun terlepas dari itu, kita perlu tahu siapa sebenarnya Muhammad Mursi ini? Apakah benar dia seorang tokoh yang memang hendak memperjuangkan Islam? Benarkah berbagai aksi demo pembelaan terhadap Mursi ini berarti pembelaan terhadap Islam? Dan apakah benar dengan dilengserkannya Mursi berarti dilengserkannya Islam?
Seorang muslim dituntut untuk bersikap berdasarkan ilmu, yaitu ilmu yang benar berdasarkan al-Kitab dan as-Sunnah dengan manhaj salaful ummah. Sehingga segala sikap dan peniliannya berdasarkan prinsip tersebut. Bukan semata-mata karena emosi, semangat, perasaan, atau “yang penting Islam.”
Maka perlu kita mendengar bagaimana penjelasan para ‘ulama ahlus sunnah dalam masalah ini. Yaitu ‘ulama yang benar-benar berjalan di atas al-Kitab dan as-Sunnah dengan manhaj salaful ummah.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mari kita ikuti penjelasan salah seorang ‘ulama ahlus sunnah dari Madinah asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah. Beliau dikenal sebagai ‘ulama yang banyak mengetahui seluk-beluk ‘pergerakan-pergerakan Islam’. Kami terjemahkan penjelasan beliau ini dengan terjemahan bebas dan dengan sedikit diringkas. Juga kami lengkapi dengan catatan kaki pada beberapa kalimat yang membutuhkan penjelasan, untuk membantu pembaca memahaminya. Semoga bisa memberikan pencerahan kepada kita semua.

Selasa, 05 November 2013

Islam Tidak Menyuruh Dakwah Kepada Kekuasaan Negeri, Namun Menyuruh Dakwah Kepada Tauhid (Bagian 1)

(Bagian 1)
Ikhlas merupakan pokok agama dan inti seluruh ajaran Islam. Pokok yang dimaksud adalah ajaran tauhid yang menjadi tujuan Allah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Kepada ajaran tauhid ini pula para Nabi ‘alaihimus shalatu wassalaam menyeru umat manusia, bersungguh-sungguh memperjuangkan, memerintahkan dan mengajak manusia berpegang teguh dengannya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ. أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS Az Zumar: 2-3)
Dan firman Allah Ta’ala:
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat Demikian itulah agama yang lurus.” (QS.Al Bayyinah: 5)

Allah berkata kepada Nabi-Nya Shallallahu’alaihi wasallam:
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي. فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ
“Katakanlah: ‘Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memumikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama-ku.’ Maka sembahlah olehmu (Hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia.” (QS. Az Zumar: 14-15)

Senin, 04 November 2013

GUNTUR MENYAMBAR ATAS ABU MUHAMMAD AL MAQDISIY YANG KURANG AJAR


BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
Segala puji bagi Allah Subhanallahu Ta’ala yang telah berfirman di dalam kitab-Nya :
Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaiton-syaiton dari jenis dan jenis jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagain yang lain perkataan –perkataan yang indah- indah untuk menipu manusia ( Q. S. Al an’am : 112 )
Dalam ayat diatas Allah Ta’ala menjelaskan bahwa pembawa kebenaran pastilah dimusuhi syaiton-syaiton dari golo9ngan jin dan manusia. Alangkah bagusnya ucapan Waroqoh bin Naufal kepada Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam
“tidaklah seorangpun yang dating dengan mengemban ajaranmu keculai pasti akan dimusuhu”. (HR. Bukhori)
Diantara deretan-deretan syaiton dari jenis manusia yang menjadi musuh bagi pembawa kebenaran dakwah salafiyyahpada zaman ini, yaitu “Abu Muhammad Al Maqdisiy Ishom Al Burqowiy”. Nampak sekali permusuhannya teradap kebenaran sebagaimana dalam artikel – artikelnya yang bertebaran di internet maupun yang telah dicetak oleh para kroni – kroninya, dan diantara artikelnya yang berusaha memadamkan api kebenaran dan sekaligus permusuhannya yaitu yang berjudul “BAHAYA PARA PENGKLAIM SALAFI YANG BERLOYALITAS KEPADA THOGUT, PENGHATI – HATIAN MANUSIA DARI KESESATAN FIRQOH JAAMIYYAH DAN MADKHOLIYYAH ”. maka makalah ini berisikan pelecehan – pelecehan terhadap Ulama’ ahlus Sunnah dan pemuta balikan fakta atas pemikiran Abu Muhammad Al MAqdisiy sebenarnya.

Kamis, 31 Oktober 2013

Apakah Menjelaskan Kesalahan Da’i termasuk Fitnah?


alhaq2

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan ditanya ,

Tanya : Bagaimana manhaj Ahlus sunnah dalam mengkritik seseorang kemudian menyebutkan nama mereka, apakah menjelaskan kepada umat tentang kesalahan-kesalahan beberapa da’i termasuk “fitnah” yang harus dihindari ?

Selasa, 29 Oktober 2013

Ikhtilat Di Tempat Kuliah



Tanya:
Bagaimana halnya apabila ada yang kuliah di tempat ikhtilat, bagaimana kalau ada akhwat yang sengaja meninggalkan kuliahnya untuk belajar sunnah, karena dia merasa apa yang dipelajari di kampus tidak bisa sejalan dengan sunnah rasul. Tapi di sisi lain ia terbentur dengan keluarga yang masih berharap besar pada kuliahnya dengan dalih masa depan. Syukran. Mohon nasihatnya.

Jawab:

Pertama, bukanlah hal yang terlarang bagi siapa yang ingin mempelajari ilmu dunia dengan cara kuliah, selama yang dipelajari tidak bertentangan dengan syari’at atau bukan hal yang dilarang dalam syari’at.

Kedua, percampur-bauran antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah ruangan atau tempat tertentu adalah hal yang diharamkan berdasar sejumlah dalil yang dimaklumi dalam hal tersebut. Hukum keharaman ini berlaku dalam kuliah maupun selainnya.

Ketiga, masa depan seorang tidaklah ditentukan dengan hal yang melanggar syari’at. Tapi masa depan yang baik adalah seorang yang dibekali ilmu syari’at dan amalan shalih serta memiliki pengetahuan untuk meraih hal yang mencukupi kehidupan dunianya sebagai bekal akhiratnya. Seseorang tidak meraih masa depan yang baik dengan kemaksiatan kepada Allah dan menyelisihi agama-Nya.

Keempat, seorang yang meninggalkan sesuatu karena Allah, tidak akan ditelantarkan oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللهِ إِلَّا أَعْطَاكَ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ

“Sesungguhnya, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah kecuali Allah akan memberikan kepadamu hal yang lebih baik darinya.”

[Diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasâ`iy dalam Al-Kubrâ dari seorang shahabat badu’iy. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil.]
Wallahu A’lam.

sumber: http://dzulqarnain.net/ikhtilat-di-tempat-kuliah.html

HUKUM ANAK AKHWAT DIPAKSA BERSEKOLAH DI SEKOLAH UMUM YANG BANYAK TERJADI IKHTILAT : Bagaimanakah seharusnya sikap anak itu dalam menghadapi hal ini?

Masalah Ikhtilath di Sekolah
 

Ana mau tanya. Bagaimana hukumnya bagi anak akhwat (yang telah baligh) yang dipaksa bersekolah di sekolah umum yang banyak terjadi ikhtilat? Dan bagaimanakah seharusnya sikap anak itu dalam menghadapi hal ini?
Mohon dijawab.
Barakallahu fiik.

Senin, 28 Oktober 2013

Hukum Meninggalkan Shalat


Telah kita ketahui kesepakatan ulama tentang kafirnya orang yang menentang kewajiban shalat. Namun, bagi yang meninggalkannya karena malas, terlebih lagi ia masih mengimani bahwa shalat itu amalan yang disyariatkan, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, antara yang mengkafirkan dengan yang tidak mengkafirkan dan apakah ia dibunuh1 atau tidak.

Masalah hukum orang yang meninggalkan shalat ini memang merupakan masalah khilafiyyah sejak zaman dahulu di kalangan salaful ummah, dan perselisihannya teranggap (mu’tabar). Oleh karena itu, janganlah kita gegabah menuduh orang yang menyelisihi pendapat kita dalam hal ini, semisal kita mengatakannya Murji` (pengikut pemahaman Murji`ah, karena tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat) atau menvonisnya dengan Khariji (pengikut pemahaman Khawarij, karena mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat). Hukum asal dalam hal khilaf yang mu’tabar adalah seseorang tidak boleh mengingkari pendapat orang lain dan mencelanya. Mencela seseorang karena mengikuti pendapat ulama dari kalangan salaf (para imam yang dikenal) sama dengan mencela ulama salaf tersebut. Karena itu sekali lagi kita tegaskan, janganlah kita memboikot dan mencela saudara kita dalam permasalahan-permasalahan yang kita dapati para ulama kita juga berbeda pendapat di dalamnya. Memang masalah fiqih yang seperti ini, kita dapati para ulama sering berbeda pendapat, dan mereka pun melapangkan bagi saudaranya selama permasalahan itu memang dibolehkan/ dilapangkan untuk berijtihad.

Menguap Bisa Membatalkan Shalat?


Seorang yang menguap (jawa: angop) -terkhusus ketika shalat- diperintahkan untuk menahannya semampu dia. Termasuk pula yang diperintahkan kepada seorang yang menguap adalah menghentikan bacaan shalatnya agar tidak hilang (terlewatkan)sebagian huruf atau kata/kalimat dari bacaannya tersebut. Sudah pasti diketahui bahwa membaca Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat, wajib bagi orang yang shalat untuk membacanya dengan memperhatikan huruf-huruf dan kata-perkatanya.
Kalau dia sampai tidak membaca (walaupun) satu huruf saja, atau membaca huruf yang seharusnya ditasydid namun tidak mentasydidnya, atau bahkan salah dalam membacanya sehingga mengubah maknanya, -padahal lisannya normal dan seharusnya bisa untuk tidak terjatuh pada kesalahan tersebut- maka shalatnya batal.
Seorang yang menguap ketika sedang membaca bacaan shalat, seringnya dia tidak membaca beberapa huruf atau bahkan beberapa kata/kalimat. Jika huruf atau kata/kalimat yang tidak terbaca tersebut pada surat Al-Fatihah, maka shalatnya tidak sah. Sehingga masalah seperti ini hendaknya benar-benar diperhatikan.

Minggu, 27 Oktober 2013

Hukum Ziarah Kubur

Penulis Al-Ustadz Mustamin Musaruddin 

PERTANYAAN 

Pada bulan-bulan tertentu seperti Rajab, Sya’ban, dan Syawal, sering terlihat orang-orang ramai melakukan ziarah kubur, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda dan sebagian mereka membawa air dan kembang untuk ditaburkan ke kuburan yang diziarahi. Fenomena ini mengundang pertanyaan di benak saya tentang beberapa hal yaitu:
  1. Apa hukumnya berziarah kubur?
  2. Apakah ada waktu-waktu khusus dan hari-hari tertentu yang afdhal untuk berziarah?
  3. Apakah ziarah kubur itu mempunyai manfaat?
  4. Bagaimana sebenarnya tata cara berziarah kubur yang syar’i?
  5. Apakah ada hal-hal yang terlarang sehubungan dengan ziarah kubur tersebut?

Kamis, 24 Oktober 2013

Renungan Santri :Pintu Pintu Masuknya Kemaksiatan Dalam Diri Anak Adam Ke-1( Yang menyebabkan Rusak Dan Sakitnya Hati)

Bismillah, Saudaraku Yang semoga Alloh memberkahi kehidupan antum sekalian dan kami.

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh  Dalam Kitabnya Aljawabul Kaafiy :

 قيل: من حفظ هذه الأربعة أحرز دينه:
اللحظات والخطرات واللفظات والخطوات. فينبغى للعبد أن يكون بواب
نفسه على هذه الأبواب الأربعة ويلازم الرباط على ثغرها فمنها يدخل عليه العدو فيجوس
خلال الديار ويتبر ما علوا تتبيرا

Ada yang mengatakan bahwa barang siapa yang bisa menjaga empat hal , maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya (Empat Hal Itu Adalah) :

Renungan Hati : Kisah Duka Pemuda Akibat Pacaran تَوَدُّد

Bismillah,

Saudaraku yang budiman, Beginilah buah cinta yang dihadirkan akibat berpacaran, pacaran adalah sesuatu terlarang dalam agama ini dimana syaitan menggoda para pasangan  dari hamba yang dimabuk asmara ini seolah dunia hanya milik mereka berdua,

Renungan Santri ; Sarana Sarana Yang Menolong Supaya Bisa Meraih Kebahagian Hidup( Obat Kesedihan) الوسائل المفيدة للحياة السعيدة

Bismillah

Saudaraku  Yang Budiman,

Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang dan dambaan setiap diri. Karena dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersumber dari pemahaman Agama yang benar dan bersifat nyata dan bukan sekedar angan-angan , yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh seorang mu’min dan mempunyai keyakinan  dan amal yang mantap.

Renungan Santri : Untukmu Yang Dimabuk Cinta (عَاشِق)

Bismillah,

Saudaraku yang dirahmadti Alloh, Ketika perasaan cinta menghinggapi setiap insan, semakin lama kian terpendam, semakin dalam merasuk kedasar hati semakin tak terasa seorang pecinta ini termabukan oleh apa yang dicintai dari keduniaan, begitulah kesalahan seorang hamba dalam mencinta , saudaraku mari kita arahkan pandangan bahasan kita tentang cintanya seorag  pemuda kepada wanita yang tak disadari sering memabukan karena terabaikanya aturan-aturan syar’i dalam mencintai.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Sambutan para Ulama’ tentang buku kesesatan Qaradlawi


Sambutan Syaikh Al ‘Allamah Muhaddits Ad Diyar Al Yamaniah Abu Abdurrahman Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah

Segala puji bagi Allah. Kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan, ampunan, dan perlindungan dari kejelekan diri dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka tak ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Dzat yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma Ba’du.

Kamis, 17 Oktober 2013

SALAFY SUKA GHIBAH DAN MENCELA..?? Inilah Jawaban dan Penjelasannya


Ketika Nasehat Dianggap Celaan

Penulis : Al Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar

Sebenarnya, menyebut-nyebut seseorang dengan sesuatu yang tidak disukainya adalah haram. Yaitu jika semua itu hanya dilandasi keinginan untuk mencela, meremehkan, atau menjatuhkan.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Keutamaan Puasa ‘Arafah


Bookmark and Share
Dari Abu Qatâdah Al-Anshâry radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa hari ‘Arafah maka beliau menjawab,
 يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“(Puasa tersebut) menggugurkan dosa tahun yang lalu dan tahun yang tersisa.”
Dalam sebuah riwayat disebutkan, beliau bersabda,
 صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
“Saya mengharap pahala dari Allah bahwa puasa hari ‘Arafah menggugurkan dosa tahun sebelumnya dan tahun ­setelahnya.” [1]
Hadits di atas menunjukkan keutamaan puasa ‘Arafah­ yang sangat besar, yang siapa saja yang mengamalkan puasa tersebut, Allah akan menggugurkan dosa-dosanya yang telah berlalu pada tahun itu dan dosa-dosanya yang akan datang hingga akhir tahun, bahkan, dalam riwayat lain, Allah akan menggugurkan dosa dua tahun; tahun sebelumnya dan tahun setelahnya.

Seputar Hari-Hari Tasyriq


Hari-hari Tasyriq merupakan hari-hari yang sangat agung. Itulah hari-hari yang disebutkan dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla,
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Dan berdzikirlah kalian (dengan menyebut nama) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” [Al-Baqarah: 203]
Yang dimaksud dengan “beberapa hari yang berbilang” dalam ayat adalah hari-hari Tasyriq. Beberapa ulama menyebut bahwa tidak ada silang pendapat tentang hal tersebut.
Yang dimaksud dengan hari-hari Tasyriq adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tasyriq berarti memanasi sesuatu di bawah terik matahari. Disebut ­demikian karena, pada hari-hari itu, manusia memotong kemudian menjemur daging hewan qurban dan sembelihan mereka di bawah terik matahari.

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan tentang hari-hari Tasyriq ini. Dari Nubaisyah Al-Hudzaly radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallambersabda,
 أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ ، وفي رواية ، وَذِكْرٍ لِلَّهِ
“Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum,” dalam sebuah riwayat(disebutkan), “Serta (hari-hari) berdzikir kepada Allah.” [1]

Jumat, 11 Oktober 2013

Dakwah Kepada Sunnah dan Tahdzir dari Bid’ah (Bagian 2)

asy-Syaikh Fawwaz bin Hulayil bin Rabah as-Suhaimi

Bagian 2

Tentunya, tidak ragu lagi bahwa dakwah yang menyimpang dari manhaj ini akan membahayakan dirinya sendiri dan masyarakatnya. Maka harus ada tahdzir terhadap jalan yang ditempuhnya. Hal ini telah dijalankan oleh para pembela as-Sunnah dan imam-imam pembawa petunjuk. Sebagaimana diisyaratkan oleh Ibnul Qayyim Rahimahullahu:

“Para pembela Islam dan imam-imam pembawa petunjuk tidak pernah berhenti meneriakkan kepada ummat agar menjauhi para penyeleweng tersebut di seluruh pelosok dunia. Mereka mentahdzir agar meninggalkan dan tidak mengikuti jejak mereka.”


Jelaslah bagi kita manhaj salaful ummah dalam ilmu, amal, dan dakwah senantiasa berpegang teguh kepada as-Sunnah, mengikuti jalannya, dan mengajak manusia kepadanya serta mentahdzir agar menjauhi orang-orang yang menyelisihinya.

Dakwah Kepada Sunnah dan Tahdzir dari Bid’ah (Bagian 1)

asy-Syaikh Fawwaz bin Hulayil bin Rabah as-Suhaimi

Bagian 1

Merupakan salah satu prinsip utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah para pengikut salaf ialah dakwah kepada as-Sunnah an-Nabawiyah. Di mana hal ini adalah landasan utama persatuan dan kesatuan serta sebab bersatunya kaum muslimin. Bahkan sebagai perlindungan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
Sebagaimana wajibnya untuk tetap iltizam (komitmen) dengan as-Sunnah, maka wajib pula mengajak manusia kembali kepadanya. Di samping itu juga mentahdzir (memperingatkan) dari semua hal yang menyelisihinya baik berupa pemikiran orang tertentu atau syubhat dan aturan-aturan organisasi (hizbiyah).


as-Sunnah adalah asas persatuan, sumber kemuliaan, kekuatan dan kebaikan dunia serta akhirat.

Kamis, 10 Oktober 2013

Arti Salaf menurut bahasa dan Istilah


Arti Salaf Menurut Bahasa

Salafa Yaslufu Salfan artinya madla (telah berlalu). Dari arti tersebut kita dapati kalimat Al Qoum As Sallaafyaitu orang – orang yang terdahulu. Salafur Rajuli artinya bapak moyangnya. Bentuk jamaknya Aslaaf danSullaaf.
Dari sini pula kalimat As Sulfah artinya makanan yang didahulukan oleh seorang sebelum ghadza’ (makan siang). As salaf juga, yang mendahuimu dari kalangan bapak moyangmu serta kerabatmu yang usia dan kedudukannya di atas kamu. Bentuk tunggalnya adalah Saalif. Firman allah Ta’ala
فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِّلْآخِرِينَ
“dan kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian” (Az Zukhruf :56)

Mengenal Arti Bid’ah dan Bahaya Bid’ah


Dikit-dikit bid’ah, dikit-dikit bid’ah,” “apa semua yang ada sekarang itu bid’ah?!” “kalau memang maulidan bid’ah, kenapa kamu naik motor, itukan juga bid’ah.” Kira-kira kalimat seperti inilah yang akan terlontar dari mulut sebagian kaum muslimin ketika mereka diingatkan bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah bid’ah yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Semua ucapan ini dan yang senada dengannya lahir, mungkin karena hawa nafsu mereka dan mungkin juga karena kejahilan mereka tentang definisi bid’ah, batasannya dan nasib jelek yang akan menimpa pelakunya.

Karenanya berikut uraian tentang difinisi bid’ah dan bahayanya dari hadits Aisyah yang masyhur, semoga bisa meluruskan pemahaman kaum muslimin tentang bid’ah sehingga mereka mau meninggalkannya di atas ilmu, Allahumma amin.

Senin, 07 Oktober 2013

Pemilu, Parpol dan Demokrasi (KUPAS TUNTAS MENURUT ISLAM)


Menggugat Demokrasi – Daftar Isi

Bannar Menggugat Demokrasi
Berikut Daftar Isi Buku “Menggugat Demokrasi dan Pemilu, Menyingkap Borok-borok Pemilu dan Membantah Syubhat Para Pemujanya”, karya Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al Imam yang dinukil oleh Blog Ulama Sunnah dari situswww.assunnah.cjb.net :

Surat Syaikh Al Albani kepada Pemuda FIS (Tentang Pemilu dan Parlemen)


Berikut ini adalah surat syaikh Albani kepada para pemuda FIS yang menanyakan kepada beliau tentang hukum parlemen dan pemilu di Aljazair. Tulisan beliau ini juga menjawab syubhat para hizbiyyun (termasuk Wahdah Islamiyah Makassar) yang senantiasa menggunakan fatwa beliau untuk menghalalkan PEMILU.

=======================
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji milik ALLAH, kami memujiNya, memohon pertolonganNya, meminta ampunanNya dan kami berlindung kepada ALLAH dari segala keburukan diri kami dan kejelekan perbuatan-perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh ALLAH tidak akan ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan tidak akan ada yang dapat memberikan hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain ALLAH semata, tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya.

Minggu, 06 Oktober 2013

Tuntunan Islam dalam Menasihati Penguasa (Sebuah Renungan bagi Para Pencela Pemerintah)

بسم الله الرحمن الرحيم

Tuntunan Islam dalam Menasihati Penguasa

(Sebuah Renungan bagi Para Pencela Pemerintah)



Telah dimaklumi bersama bahwa merubah kemungkaran dan menasihati pelakunya adalah kewajiban setiap muslim sesuai dengan kemampuannya. Sebagaimana sabda Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam-:

من رأى منكم منكراً فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان

“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim, no. 186)

Rusaknya Aqidah Al Wala wal Bara Firqah Hizbiyah Ikhwanul Muslimin

Pelajaran Penting bagi Kaum Muslimin dari Kiprah Partai yang lagi hangat dibicarakan dunia; Ikhwanul Muslimin di Panggung Politik Nasional dan Internasional yang Tanpa Didukung oleh Ilmu Syar’i sesuai Pemahaman Salaf
Al Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Diantara penyimpangan kelompok bid’ah IM adalah rusaknya aqidah al-Wala’ (Cinta) dan al-Baro’ (Benci) dalam diri seorang muslim. Sehingga menjadi tidak jelas siapa sepatutnya yang dicintai oleh seorang muslim dan yang harus dibenci.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Download Audio Dauroh Ternate 1433 H


بسم الله الرحمن الرحيم
masjid-raya-ternateDownload rekaman Dauroh Ternate Shafar 1433 H di Masjid Al-Hijrah & Masjid Al-Munawwar Ternate, bersama Al-Ustadz Abu Abdillaah Sofyan Chalid bin Idham Ruray -hafizhahullaah-.
Untuk lebih mempermudah download, kami sarankan menggunakan software download manager seperti IDMFDM, atau yang semisal.
Audio Files
Download
Simak
Indahnya Hidayah8.8 MB
Ba’dhu Fawaid Shuroh Fatihah 123.1 MB
Ba’dhu Fawaid Shuroh Fatihah 214.7 MB
Nasihat bagi Ahlus Sunnah17.2 MB
A

Download Audio Dauroh Ternate 1434 H


بسم الله الرحمن الرحيم
almunawwar ternateDownload rekaman Dauroh Ternate (Enam Prinsip Penting dalam Agama), Ramadhan 1434 H bersama Al-Ustadz Abu Abdillaah Sofyan Chalid bin Idham Ruray -hafizhahullaah-.
Untuk lebih mempermudah download, kami sarankan menggunakan software download manager seperti IDMFDM, atau yang semisal.
Audio FilesDownloadPlay
Sesi 115.1 MB
Sesi 224.3 MB
Sesi 321.0 MB
sumber:http://nasihatonline.wordpress.com/2013/09/26/download-audio-dauroh-ternate-1434-h-2/#more-1895