Kamis, 24 Oktober 2013

Renungan Santri :Pintu Pintu Masuknya Kemaksiatan Dalam Diri Anak Adam Ke-1( Yang menyebabkan Rusak Dan Sakitnya Hati)

Bismillah, Saudaraku Yang semoga Alloh memberkahi kehidupan antum sekalian dan kami.

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh  Dalam Kitabnya Aljawabul Kaafiy :

 قيل: من حفظ هذه الأربعة أحرز دينه:
اللحظات والخطرات واللفظات والخطوات. فينبغى للعبد أن يكون بواب
نفسه على هذه الأبواب الأربعة ويلازم الرباط على ثغرها فمنها يدخل عليه العدو فيجوس
خلال الديار ويتبر ما علوا تتبيرا

Ada yang mengatakan bahwa barang siapa yang bisa menjaga empat hal , maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya (Empat Hal Itu Adalah) :

Al Lahazhot (pandangan mata),

2. Al Khothorot (pikiran dan lintasan hati),

3.Al Lafazhot (Perkataan/ucapan),

4.Al Khuthuwat (Tindakan nyata untuk sebuah perbuatan).

Dan semestinya, seorang hamba menjadi penjaga atas dirinya dari empat pintu di atas dengan penuh siaga agar tidak terlena, karena  dari empat pintu ini musuh menyusup, menyerang dan merasuk kedalam dirinya dan merusak semuanya.

وأكثر ما تدخل المعاصي على العبد من هذه الأبواب الأربعة

Dan Paling banyak maksiat itu masuk kedalam diri seorang hamba, melalui empat pintu yang telah disebutkan di atas.

Dalam kesempatan ini kami akan membahas pintu yang pertama dari empat yang telah disebutkan diatas  :

Yang pertama :  Al Lahazhot (pandangan mata),

. فأما اللحظات: فهي رائد الشهوة ورسولها وحفظها أصل حفظ الفرج فمن أطلق نظره أورده موارد الهلاك.

Adapun Al Lahazhot (pandangan mata) adalah Pelopor dan Utusan  syahwat kemudian menjaga pandangan merupakan akar( kunci pokok) dalam usaha menjaga kemaluan. Maka barang siapa yang melepaskan pandangannya (kepada sesuatu yang bukan haqnya), niscaya dia akan menjerumuskan (dirinya) dalam kebinasaan

Rosul Nabi Shololloualihi Wassalam Bersabda:

وقد قال: النبي صلى الله عليه وسلم”.

 لاَ تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّمَا لَكَ الأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأُخْرَى

“Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Dan Bahwasanya Pandangan (pertama) itu bagi kamu boleh, tapi tidak boleh bagi kamu pandangan selanjutnya.” (HR.  Tirmidzi)

Di dalam musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari
Rasulullah beliau bersabda:

وفي المسند عنه صلى الله عليه وسلم:”

 النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ، فَمَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ لله أَوْرَثَ الله قَلْبَهُ حَلاَوَةً إِلىَ يَوْمِ يَلْقَاهُ

“Pandangan itu adalah anak panah beracun milik iblis. Maka barang siapa yang memalingkan  pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah semata, maka Allah akan memberikan di hatinya kenikmatan hingga hari kiamat.”  (HR. Ahmad)

Beliau juga bersabda:

 غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ

“Palingkanlah pandangan kalian, dan jagalah kemaluan kalian.” (HR. At Thabrani dalam Al mu’jam al kabir).

Dalam hadits lain beliau bersabda:

 إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوْسَ عَلىَ الطُّرُقَاتِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ الله, مَجَالِسُنَا، مَا لَنَا بُدٌّ مِنْهَا. قَالَ: فَإِنْ كُنْتُمْ لاَ بُدَّ فَاعِلِيْنَ فَأَعْطُوْا الطَّرِيْقَ حَقَّهُ، قَالُوْا: وَمَا حَقَّهُ؟ قَالَ: غَضُّ البَصَرِ وَكَفُّ الأَذَى وَرَدُّ السَّلاَمِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di tepi jalan”, mereka berkata “ya Rasulallah, tempat-tempat duduk kami pasti di pinggir jalan” beliau bersabda, “Jika kalian memang harus melakukannya, maka berikan hak jalan”, mereka bertanya, “Apa hak jalan itu? beliau menjawab, “Memalingkan pandangan (dari hal-hal yang diharamkan Allah), menyingkirkan gangguan, dan menjawab salam” (HR. Muslim)

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh :

. والنظر أصل عامة الحوادث التي تصيب الإنسان فإن النظرة تولد خطرة ثم تولد الخطرة فكرة ثم تولد الفكرة شهوة ثم تولد الشهوة إرادة ثم تقوى فتصير عزيمة جازمة فيقع الفعل

ولا بد ما لم يمنع منه مانع

Dan Pandangan merupakan pangkal bencana yang menimpa manusia. Maka Sesungguhnya pandangan akan melahirkan lintasan dalam hati, kemudian  lintasan hati akan melahirkan pikiran , dan pikiran akan melahirkan syahwat, dan syahwat membangkitkan keinginan, kemudian keinginan itu menjadi kuat, dan berubah menjadi tekad yang bulat. Maka apa yang tadinya melintas dalam pikiran menjadi kenyataan, dan itu pasti akan terjadi selama tidak ada yang menghalanginya.

Dalam Hal ini, dikatakan oleh ahli hikmah  :

. وفي هذا قيل:”الصبر على غض البصر أيسر من ألم ما بعده”

Bersabar dalam menahan pandangan mata lebih ringan dibanding harus menanggung beban penderitaan yang diakibatkan setelahnya.”

Dan dalam hal ini Pula berkata penyair :

كل الحوادث مبدؤها من النظر   ومعظم النار من مستصغر الشرر

كم نظرة بلغت في قلب صاحبها   كمبلغ السهم بين القوس والوتر

    والعبد ما دام ذا طرف يقلبه   في أعين العين موقوف على الخطر

بسرور مقلته ما ضر مهجته  لا مرحبا بسرور عاد بالضرر

Setiap petaka bermula dari pandangan (lirikan)

Seperti kobaran api berasal dari bunganya  yang kecil.

Betapa banyak lirikan menembus hati tuannya

Seperti anak panah mengenai sasaran, melesat dari busur dan senarnya.

Seorang hamba, selama dia masih mempunyai kelopak mata yang mengedip orang lain

maka dia berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan.

Dia memandang yang menyenangkan matanya, tapi membahayakan jiwanya

maka janganlah kau sambut kesenangan yang membawa petaka.

 Diantara Bahaya Pandangan/Lirikan :

Berkata Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh 

 أنه يورث الحسرات والزفرات والحرقات فيرى العبد ما ليس قادرا عليه ولا صابرا عنه وهذا من أعظم العذاب: أن ترى ما لا صبر لك عنه ولا عن بعضه ولا قدرة لك عليه

Pandangan yang dilepaskan begitu saja itu akan
menimbulkan perasaan gundah, tidak tenang dan hati panas terasa disulut.
Terkadang mata seorang hamba melihat sesuatu, yang dia tidak sanggup menahan
diri, membendung keinginan, namun tak kuasa mewujudkan keinginannya, tentu
jiwanya sangat tersiksa; dapat melihat namun tak kuasa menjamahnya. 

قال الشاعر:

وكنت متى أرسلت طرفك رائدا   لقلبك يوما أتعبتك المناظر

رأيت الذي لا كله أنت قادر    عليه ولا عن بعضه أنت صابر

Bila engkau lepaskan pandangan matamu menuntun hatimu

suatu hari  niscaya apa yang dipandangnya akan melelahkan dirimu

 Engkau melihat sesuatu yang engkau tidak mampu mewujudkannya semuanya

dan engkau juga tak sabar untuk tidak melihat walaupun sebagianya.

وهذا البيت يحتاج إلي شرح. ومراده:

أنك تري ما لا تصبر عن شيء منه ولا تقدر عليه فإن قوله:”لا كله أنت قادر عليه”نفى لقدرته على الكل الذي لا ينتفي إلاّ بنفي القدرة عن كل واحد واحد. وكم من أرسل لحظاته فمن أقلعت إلاّ وهو يتشحط بينهن قتيلا

Lebih jelasnya, maksud bait syair di atas adalah

 Engkau akan melihat sesuatu yang engkau tidak sabar untuk tidak melihatnya walaupun
sedikit, namun saat itu juga engkau tidak mampu untuk melihatnya sama sekali
walaupun hanya sedikit, Betapa banyak orang yang melontarkan pandangannya
tanpa terkendali, akhirnya dia binasa karena pandanganya

Berkata Penyair :

يا ناظرا ما أقلعت لحظاته   حتى تشحط بينهن قتيلا

Wahai orang yang suka memandang (Pandangan Terlarang Pent), matamu tak akan usai melirik kesana kemari

Sehingga engkau jatuh binasa diantara lirikan kedua matamu.

Wallohu A’lam Bishowab

Maroji’  : Kitabnya Aljawabul Kaafiy Ibnul Qoyim Aljauziyah Rahimahulloh

Abu Amina Aljawiy

Mahad Annashihah Cepu

Tidak ada komentar :